Sudah menjadi hal yang biasa ketika seorang ibu di Tanya
“apakah anaknya mau minum obat?” dia menjawab “hmmm…..susyah sekali”. Bahkan
sebagian besar anak harus mengalami timming
yang kurang enak ketika harus minum
obat. Dari yang “di jagal” sampai yang “di cangap” (istilah jawa-red). Tak
sedikit pula si kecil yang harus berurai air mata dan “melawan” saat obat akan
di masukkan ke dalam mulutnya.
Alhamdulillaah, naura sejak usia 22 bulan sudah mau minum
obat tanpa harus mengalami proses “penjagalan” meski sebelumnya juga sempat
mengalaminya.
Sedikit berbagi tips agar si kecil tidak susah saat minum obat:
- Dialog kan manfaat/kegunaan obat pada si kecil secara kontinu dan berkesinambungan (di sela-sela waktu bermain atau bercengkrama).
- Pilih obat yang memiliki rasa (biasanya dokter/apoteker sudah faham dengan ini).
- Minumkan obat pada saat si kecil sedang nyaman (jangan pas lagi nangis/ngambek).
- Puji si kecil setelah sukses minum obat (misal dengan mengatakan: naura hebat/pintar, minum obat sendiri ga pake nangis).
- Berikan contoh. Ketika ayah/bunda sakit, perlihatkan pada si kecil saat minum obat.
- Perlihatkan gambar/foto anak yang minum obat tanpa menangis.
- Ajak si kecil bermain peran: dokter-dokteran.
- Sabar dan jangan mudah menyerah jika mengalami kegagalan. Coba lagi dan coba lagi.
- Komunikasikan dengan suami agar kompak saat berdialog tentang obat dengan si kecil.
Mungkin itu sedikit share dari saya, jika ada yang mau
nambahi di persilahkan. Semoga bermanfaat….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar